- Desain Sony Xperia 1 VIII memiliki perubahan signifikan dengan adopsi square camera island di bagian belakang, membuatnya terlihat lebih modern tanpa kehilangan identitas premiumnya, dengan ketahanan IP65/IP68 dan kombinasi material Gorilla Glass dan frame aluminium.
- Layar Sony Xperia 1 VIII memiliki kualitas tinggi dengan teknologi OLED fleksibel, dukungan LTPO, refresh rate 120Hz, dan resolusi FHD+, serta mendukung HDR10 dan HLG, membuatnya sangat cocok untuk menonton konten 4K HDR, editing foto, dan video.
- Ponsel ini memiliki kelebihan seperti akurasi warna yang sangat baik, brightness yang nyaman, dan viewing angle yang stabil, namun juga memiliki kekurangan seperti resolusi FHD+ yang tidak sebanding dengan flagship lainnya, dan bezel tebal yang masih mencolok, membuatnya kurang “future-proof” dan kurang modern dibandingkan kompetitor.
Pada 13 Mei 2026, Sony akhirnya merilis Xperia 1 VIII. Yang langsung mencuri perhatian adalah perubahan desain paling signifikan dari seri Xperia 1 dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sekian lama mempertahankan modul kamera vertikal khasnya, Sony kini beralih ke square camera island di bagian belakang — sebuah langkah yang membuat Sony Xperia 1 VIII terlihat lebih modern tanpa kehilangan identitasnya.
Seri Xperia 1 memang selalu menjadi pilihan bagi mereka yang mencari smartphone dengan kemampuan kamera mendekati kamera profesional. Dari Xperia 1 hingga Xperia 1 VII, Sony konsisten menghadirkan fitur-fitur yang jarang ditemui di ponsel lain, seperti jack 3.5mm, slot microSD, dan tuning kamera berbasis pengalaman Alpha. Namun di tengah persaingan yang semakin ketat, banyak yang bertanya-tanya: bisakah Sony tetap relevan dengan pendekatan yang berbeda?
Xperia 1 VIII mencoba menjawab pertanyaan itu. Ponsel ini berusaha menyeimbangkan warisan “pro camera phone” Sony dengan desain yang lebih kekinian, performa flagship terkini, dan fitur-fitur yang masih mempertahankan keunikan brand tersebut.
Artikel ini akan membahas secara mendalam semua aspek Xperia 1 VIII, mulai dari desain dan layar, performa Snapdragon 8 Elite Gen 5, kemampuan kamera dengan sensor telephoto baru yang jauh lebih besar, baterai, hingga harga di Indonesia yang mencapai Rp30–41 jutaan. Kita juga akan bahas kelebihan, kekurangan, serta apakah ponsel ini layak dibeli di tahun 2026.
Desain dan Build Quality
Banyak yang sempat bertanya-tanya: apakah Sony masih serius berkompetisi di pasar smartphone flagship? Di tengah dominasi Samsung, Apple, dan semakin kuatnya Xiaomi serta Google, Sony terus menjalankan strategi berbeda. Mirip dengan Nokia yang meski market share-nya kecil, tetap melanjutkan produk-produk berkualitas untuk segmen spesifik, Sony Xperia 1 series hadir sebagai pilihan niche bagi mereka yang menginginkan pengalaman berbeda dari mainstream.
Dengan Xperia 1 VIII, Sony menunjukkan komitmennya. Ponsel ini membawa perubahan desain paling mencolok dalam beberapa generasi terakhir.

Perubahan Desain Utama Sony akhirnya meninggalkan modul kamera vertikal strip yang menjadi ciri khasnya sejak Xperia 1. Kini diganti dengan square camera island yang lebih modern dan rapi di bagian belakang. Desain ini terlihat lebih clean dan selaras dengan tren terkini, tanpa membuat Xperia 1 VIII kehilangan identitas premiumnya.
Spesifikasi Build Quality
- Dimensi: Masih mengusung bentuk yang tall dan agak panjang (khas seri Xperia 1).
- Bobot: Sekitar 200 gram.
- Material: Kombinasi Gorilla Glass di depan dan belakang dengan frame aluminium.
- Warna yang tersedia: Graphite Black, Lilac Silver, Garnet Red, dan Native Gold (varian tertinggi).
Xperia 1 VIII memiliki ketahanan IP65/IP68, artinya tahan debu dan bisa bertahan di air dalam kedalaman tertentu.
Fitur Klasik yang Dipertahankan Sony tetap setia dengan filosofinya:
- Jack headphone 3.5mm
- Slot microSD hingga 2TB
- Bezel simetris yang tebal di atas dan bawah
- Stereo speaker front-facing (salah satu yang terbaik di kelasnya)
Kesan keseluruhan di tangan adalah premium dan kokoh. Banyak yang menyebut grip-nya nyaman meski bodinya agak tebal. Ini adalah ponsel “anti-mainstream” — tidak mengikuti tren all-screen melengkung atau punch-hole yang dominan saat ini. Bagi sebagian orang, justru ketebalan dan bezel ini yang memberikan kesan solid dan mudah digenggam.
Apa Hebatnya Layar Sony Xperia 1 VIII
Sony Xperia 1 VIII hadir dengan layar 6.5 inci OLED yang masih mempertahankan filosofi “CinemaWide” khas seri Xperia 1. Layar ini menggunakan teknologi OLED fleksibel dengan dukungan LTPO (kemungkinan besar, meski Sony belum merincinya secara resmi), sehingga refresh rate dapat berubah secara adaptif untuk menghemat daya.
Spesifikasi Utama:
- Resolusi: 1080 x 2340 piksel (FHD+)
- Refresh Rate: 120Hz
- HDR: Mendukung HDR10 dan HLG
- Rasio Aspek: 21:9 (sangat memanjang, mirip layar bioskop)
Kelebihan Layar Xperia 1 VIII
Sony dikenal sebagai salah satu produsen layar terbaik di industri. Warna yang dihasilkan sangat akurat dengan cakupan warna BT.2020 yang luas, membuatnya sangat cocok untuk menonton konten 4K HDR, editing foto, dan video. Brightness mencapai level yang nyaman untuk penggunaan di luar ruangan, sementara viewing angle-nya tetap stabil meski dilihat dari samping.
Bagi creator dan content maker, akurasi warna menjadi nilai jual utama. Layar ini sudah dikalibrasi dengan baik dari pabrik, sehingga kamu bisa langsung percaya dengan warna yang ditampilkan tanpa perlu kalibrasi ulama.

Kekurangan yang Masih Diperdebatkan
Meski performanya bagus, ada dua hal yang sering dikritik:
- Hanya FHD+, bukan 4K seperti yang sempat dirumorkan sebelum peluncuran. Di tahun 2026, banyak flagship kompetitor sudah menggunakan resolusi lebih tinggi (Quad HD atau lebih), sehingga Xperia 1 VIII terasa kurang “future-proof” di bagian ini.
- Bezel tebal di bagian atas dan bawah masih cukup mencolok. Meski memberikan ruang untuk stereo speaker depan yang berkualitas, secara visual ponsel ini terlihat kurang modern dibandingkan kompetitor yang sudah hampir full-screen.
Pengalaman Penggunaan
- Multimedia: Rasio 21:9 sangat pas untuk menonton film dan series tanpa black bar yang mengganggu.
- Gaming: 120Hz memberikan gerakan yang halus, meski resolusi FHD+ membuatnya lebih ringan untuk GPU sehingga panas lebih terkendali.
- Creator: Kombinasi warna akurat + jack 3.5mm membuat ponsel ini tetap menjadi pilihan menarik bagi fotografer dan videografer yang butuh preview warna tepat serta audio monitoring langsung.
Secara keseluruhan, layar Xperia 1 VIII adalah salah satu yang terbaik dari segi kualitas warna dan kalibrasi, tapi kalah dalam hal resolusi dan desain modern dibandingkan Samsung Galaxy S26 series atau iPhone 18 Pro.
Performa dan Hardware
Di jantung Sony Xperia 1 VIII terdapat Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dibangun dengan proses 3nm. Chipset ini merupakan generasi terbaru Qualcomm di akhir 2025 dan menjadi salah satu SoC paling kencang yang tersedia di pasar smartphone pada pertengahan 2026.
Spesifikasi Hardware Utama
| Kategori | Spesifikasi |
|---|---|
| Dimensi & Berat | 162.0 x 74.0 x 8.3 mm, 200g; Gorilla Glass Victus 2 (depan/belakang), frame aluminium; IP65/IP68 tahan air/debu (1.5m/30min). |
| Layar | 6.5″ LTPO OLED, 1B colors, 120Hz, HDR BT.2020, 1080x2340px (FHD+), 19.5:9, 396ppi, peak brightness 2145nits. |
| Chipset & Performa | Snapdragon 8 Elite Gen 5 (3nm): Octa-core (2×4.6GHz Oryon V3 Phoenix L + 6×3.62GHz Oryon V3 Phoenix M), GPU Adreno 840; Geekbench 6: Single 3426, Multi 9400; 3DMark High 6708. |
| Memori | 12/16GB RAM, 256/512GB/1TB UFS 4.1; microSDXC (shared SIM slot, hingga 2TB). |
| OS & Update | Android 16, 5 tahun major upgrade, 6 tahun security. |
| Kamera Belakang | Triple 48MP: Wide (f/1.9, 24mm, 1/1.35″, 1.12µm, dual pixel PDAF, OIS); Telephoto (f/2.8, 70mm, 1/1.56″, 1.0µm, 2.9x optical zoom, OIS); Ultra-wide (f/2.0, 16mm, 1/1.56″, PDAF); ZEISS T*, LED flash. Video: 4K@120fps HDR, 5-axis gyro-EIS. |
| Kamera Depan | 12MP f/2.0 (24mm, 1/2.9″, 1.22µm); 4K@60fps, gyro-EIS. |
| Baterai | 5000mAh Li-Po; 30W wired (PD3.0, PPS, 50% in 30min), 15W wireless, reverse wireless; Endurance: Browsing 21h25m, Gaming 10h57m, Video 7h38m. |
| Konektivitas | 5G, eSIM, Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0 (aptX HD/Adaptive), NFC, USB-C 3.2. |
| Audio | Stereo speakers simetris, 3.5mm jack, LDAC, 360 Reality Audio. |
| Fitur Tambahan | Side fingerprint, AI Camera Assistant (Xperia Intelligence), tombol shutter 2-stage, Native Sony Alpha support. |
| Warna & Harga | Graphite Black, Iolite Silver, Garnet Red, Native Gold; €1.499 (12/256GB) – €2.000 (1TB edisi khusus); di ID ~Rp30-41jt. |
Performa Real-World
Snapdragon 8 Elite Gen 5 menghadirkan lompatan performa yang terasa di penggunaan sehari-hari. Multitasking sangat lancar, aplikasi berat terbuka cepat, dan switching antar app hampir tanpa lag. Untuk gaming, ponsel ini mampu menjalankan game berat di setting tinggi dengan frame rate stabil berkat GPU Adreno 840 yang lebih efisien.
Sony juga menyertakan sistem thermal management dengan vapor chamber yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Meski begitu, saat gaming intensif dalam waktu lama (lebih dari 30–40 menit), suhu bodinya masih terasa hangat — khas flagship Snapdragon 8 series.
Benchmark Singkat (data awal dari review pertama):
- Geekbench 6 Single-Core: sekitar 3400+
- Multi-Core: jauh lebih tinggi dibanding Snapdragon 8 Elite generasi sebelumnya (peningkatan sekitar 15–20% di CPU dan lebih signifikan di AI tasks).
Performa ini menempatkan Xperia 1 VIII setara atau sedikit di atas kebanyakan kompetitor flagship 2026.
Software dan Update
Xperia 1 VIII menjalankan Android 16 sejak pertama. Sony menjanjikan 5 tahun major Android updates — ini adalah yang terpanjang dari Sony selama ini dan membuat ponsel ini lebih kompetitif di aspek software longevity.
Antarmuka Sony tetap ringan dan mendekati stock Android dengan tambahan fitur-fitur creator (seperti Photography Pro dan Video Pro). Tidak ada bloatware berlebihan, meski inovasi software-nya tergolong konservatif dibandingkan Samsung atau Google.
Secara keseluruhan, performa Xperia 1 VIII sangat mumpuni untuk semua kebutuhan — mulai dari daily driver hingga gaming dan content creation. Kekuatannya bukan hanya di angka benchmark, tapi juga di kestabilan dan fitur pendukung khas Sony.
Kamera – Fitur Andalan
Kamera selalu menjadi kekuatan utama seri Xperia 1, dan pada Xperia 1 VIII, Sony semakin serius mengoptimalkannya. Ponsel ini menggunakan konfigurasi triple 48MP dengan fokus utama pada peningkatan sensor telephoto yang jauh lebih besar.
Konfigurasi Kamera Belakang
- Main Camera (Wide): 48MP, sensor 1/1.35 inci, aperture f/1.9, focal length 24mm, Dual Pixel PDAF, OIS (Optical Image Stabilization). Sensor ini mampu menangkap banyak cahaya dan detail, dengan pixel size 1.12µm.
- Ultrawide: 48MP, sensor 1/1.56 inci, aperture f/2.0, focal length 16mm, PDAF. Memberikan sudut pandang lebar sekitar 104–120 derajat, cocok untuk landscape, arsitektur, dan foto grup.
- Telephoto / Periscope: 48MP, sensor 1/1.56 inci (4x lebih besar dari Xperia 1 VII), aperture f/2.8, focal length 70mm (setara 2.9x optical zoom), Dual Pixel PDAF, OIS. Ini adalah upgrade terbesar. Sensor yang jauh lebih besar memungkinkan penyerapan cahaya lebih baik, sehingga hasil zoom dan foto low-light jauh lebih bersih dan detail.
Semua tiga kamera dilengkapi Zeiss optics dengan lapisan T* (T-star) yang mengurangi flare dan ghosting, serta color spectrum sensor untuk akurasi warna yang lebih baik.
Fitur AI dan Processing
Sony memperkenalkan AI Camera Assistant baru yang bekerja secara real-time. Fitur ini akan memberikan saran langsung di layar, seperti:
- Rekomendasi lensa terbaik
- Pengaturan color tone
- Tingkat bokeh (efek latar belakang blur)
- Exposure dan komposisi
Selain itu, Sony menerapkan RAW Multi-Frame Processing di ketiga kamera. Teknologi ini menggabungkan beberapa frame RAW sekaligus untuk menghasilkan dynamic range (HDR) yang lebih luas, mengurangi noise di area gelap, serta menjaga detail di area terang tanpa clipping (highlight terbakar).
Inspirasi dari Kamera Alpha
Xperia 1 VIII terus membawa DNA dari kamera mirrorless Sony Alpha. Ada mode Photography Pro yang memberikan kontrol manual lengkap (shutter speed, ISO, white balance, fokus, dll) seperti kamera profesional. Mode Video Pro juga hadir dengan dukungan S-Cinetone (color science dari kamera sinema Sony Venice).
Kemampuan Video
- Rekaman 4K@120fps HDR di semua kamera belakang
- 5-axis gyro-EIS + OIS
- Eye tracking dan object tracking yang akurat
- Clean HDMI output (bisa disambung ke monitor eksternal)
Kamera Depan
12MP (sensor 1/2.9 inci, f/2.0). Meski tidak sekuat kamera belakang, hasilnya cukup baik untuk video call dan selfie, dengan dukungan 4K@60fps.
Perbandingan dengan Xperia 1 VII dan Kompetitor
Dibandingkan Xperia 1 VII, peningkatan paling terasa ada di telephoto. Generasi sebelumnya menggunakan sensor telephoto kecil (~12MP dengan ukuran sensor jauh lebih kecil), sementara Xperia 1 VIII memberikan sensor sebesar ultrawide-nya. Hasilnya: zoom 2.9x jauh lebih tajam dan bersih di kondisi low-light.
Dibandingkan kompetitor:
- Samsung Galaxy S26 Ultra dan iPhone 18 Pro unggul di processing AI dan konsistensi warna “enak dilihat”.
- Google Pixel 11 Pro sering menang di natural color dan computational photography.
- Namun Xperia 1 VIII menawarkan kontrol manual yang lebih dalam dan output yang lebih “pro” (terutama untuk fotografer dan videografer yang suka editing pasca-produksi).
Kesimpulan Sementara Kamera Xperia 1 VIII bukanlah kamera ponsel dengan hasil “paling enak” secara otomatis, tapi ia adalah salah satu yang paling powerful bagi yang mau mengatur sendiri. Upgrade sensor telephoto membuatnya jauh lebih kompetitif di tahun 2026.
Baterai dan Charging
Sony Xperia 1 VIII dibekali baterai 5000mAh — kapasitas yang sama dengan generasi sebelumnya. Di tahun 2026, angka ini terasa biasa saja dibandingkan beberapa kompetitor yang sudah menggunakan baterai 5500–6000mAh. Namun, Sony mengandalkan optimasi software dan efisiensi chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 untuk mencapai ketahanan yang baik.
Klaim Ketahanan Sony secara resmi mengklaim bahwa Xperia 1 VIII mampu bertahan hingga 2 hari dalam penggunaan normal. Klaim ini cukup realistis bagi pengguna ringan hingga sedang (media sosial, chatting, streaming ringan, dan sedikit foto).
Real-World Battery Life (dari review awal) Menurut tes laboratorium GSMArena, ponsel ini mendapatkan Active Use Score hampir 18 jam — hasil yang cukup solid untuk ukuran baterai 5000mAh.
- Tes web browsing: bisa mencapai 22 jam lebih (salah satu yang terbaik di kelasnya).
- Tes pemutaran video YouTube: sekitar 7–8 jam.
- Screen-on Time (SOT) rata-rata: 7 hingga 8,5 jam tergantung penggunaan.
Pengguna berat (gaming + kamera + 5G selalu aktif) kemungkinan besar hanya mendapat 1 hari penuh, sementara pengguna ringan sangat mungkin mencapai 1,5–2 hari.
Charging Speed Ini menjadi salah satu titik lemah Xperia 1 VIII:
- Wired Charging: 30W USB Power Delivery
- Wireless Charging: 15W
- Reverse Wireless Charging: Didukung (bisa charge perangkat lain)
Dalam pengujian, ponsel ini hanya mampu mengisi sekitar 50% dalam 30 menit. Charging penuh dari 0% ke 100% memakan waktu sekitar 1 jam 25 menit hingga 1,5 jam. Jauh lebih lambat dibandingkan flagship lain yang sudah mencapai 65W–120W.
Sony memang sengaja tidak mengejar kecepatan charging ekstrem demi menjaga kesehatan baterai jangka panjang. Ponsel ini dilengkapi fitur Battery Care dan Adaptive Charging yang membatasi pengisian di atas 80% secara otomatis untuk mengurangi degradasi baterai.
Kesimpulan Bagian Baterai Baterai Xperia 1 VIII lebih unggul di sisi ketahanan daripada kecepatan pengisian. Bagi yang tidak terburu-buru saat charging dan lebih menghargai daya tahan lama, ini masih cukup kompetitif. Namun bagi yang terbiasa dengan fast charging super cepat, 30W ini terasa ketinggalan zaman.
Harga dan Ketersediaan
Sony Xperia 1 VIII masuk ke kategori ultra-premium. Harganya memang tidak murah, bahkan termasuk salah satu yang paling mahal di kelas flagship 2026.
Harga Resmi
- Eropa: Mulai dari €1.499 (sekitar Rp 27–28,5 jutaan) untuk varian 12GB RAM + 256GB storage.
- Inggris: Mulai dari £1.399 (sekitar Rp 28–29 jutaan).
- Jepang: Mulai dari ¥235.400 (sekitar Rp 24–25 jutaan) untuk varian terendah. Varian tertinggi 16GB + 1TB mencapai ¥299.200 (sekitar Rp 31–32 jutaan).
Varian tertinggi (16GB RAM + 1TB storage) di Eropa dijual seharga €1.999 (bisa mencapai Rp 36–41 jutaan di Indonesia tergantung kurs dan pajak impor).
Estimasi Harga di Indonesia Karena Sony tidak resmi menjual Xperia flagship di Indonesia, ponsel ini hanya masuk lewat gray market/import. Harga yang beredar di pasaran kemungkinan besar berada di kisaran Rp 30 – 42 jutaan tergantung varian, kondisi stok, dan biaya bea cukai.
Jadwal Rilis
- Diumumkan secara resmi: 13 Mei 2026
- Pre-order: Sudah mulai dari tanggal pengumuman
- Pengiriman (shipping): 19 Juni 2026 (beberapa pasar Juni akhir)
Ketersediaan Tersedia secara resmi di Jepang, sebagian besar negara Eropa, dan beberapa negara Asia. Sayangnya, Sony kembali tidak merilis secara resmi di Amerika Serikat.
Apakah Worth It?
Dengan harga di atas Rp 30 juta, persaingan sangat ketat. Samsung Galaxy S26 Ultra, Google Pixel 11 Pro, dan iPhone 18 Pro menawarkan pengalaman yang lebih “polished”, software lebih inovatif, dan ekosistem yang lebih matang di harga yang setara atau sedikit lebih mahal.
Xperia 1 VIII lebih cocok bagi mereka yang benar-benar menghargai keunikan Sony: kontrol kamera manual mendalam, jack 3.5mm, microSD, audio berkualitas tinggi, dan desain yang berbeda. Bagi pengguna biasa yang hanya butuh ponsel bagus secara umum, value-nya kurang kompetitif.
Jika kamu fotografer, videografer, atau audiophile yang sudah terbiasa dengan ekosistem Sony, maka harganya bisa terjustifikasi. Selain itu, lebih baik menunggu beberapa bulan setelah rilis agar harga gray market turun sedikit.
Kelebihan dan Kekurangan Sony Xperia 1 VIII
Setelah membahas semua aspek secara detail, berikut ringkasan kelebihan dan kekurangan Xperia 1 VIII yang paling penting. Ini akan membantu kamu menilai apakah ponsel ini sesuai dengan kebutuhanmu.
Kelebihan Utama
- Desain Baru yang Lebih Fresh Square camera island membuat Xperia 1 VIII terlihat lebih modern dibandingkan generasi sebelumnya, tanpa kehilangan ciri khas Sony. Desainnya tetap premium, kokoh, dan berbeda dari kebanyakan flagship yang seragam.
- Kamera Pro dengan AI yang Lebih Baik Upgrade terbesar ada di sensor Telephoto 48MP berukuran 1/1.56 inci (4x lebih besar). Hasil zoom 2.9x dan foto low-light jauh lebih baik. Ditambah kontrol manual dari Photography Pro dan AI Camera Assistant, ini adalah salah satu kamera ponsel paling powerful bagi yang suka mengatur setting sendiri.
- Jack 3.5mm + Slot microSD Dua fitur langka di kelas flagship 2026 ini masih dipertahankan. Sangat berharga bagi audiophile dan mereka yang butuh storage ekstra hingga 2TB.
- Audio dan Multimedia Excellence Stereo speaker depan yang jernih, tuning Walkman, plus jack 3.5mm menghasilkan kualitas audio yang sangat baik. Rasio layar 21:9 juga sangat nyaman untuk menonton film.
- Build Quality Premium dan Ketahanan Material glass + aluminium yang solid, IP65/IP68, dan grip yang nyaman meski agak tebal. Memberi kesan ponsel yang dibuat untuk tahan lama.
Kekurangan Utama
- Harga yang Mahal Mulai dari Rp 30 jutaan hingga Rp 41 jutaan (varian tertinggi), value for money-nya kurang kompetitif dibandingkan Samsung Galaxy S26 Ultra atau iPhone 18 Pro yang menawarkan fitur lebih lengkap di harga serupa.
- Layar Masih FHD+ dengan Bezel Tebal Resolusi 1080×2340 terasa kurang tajam untuk ukuran flagship 2026. Bezel atas dan bawah yang tebal juga membuat ponsel ini terlihat agak ketinggalan zaman secara visual.
- Charging Lambat 30W Hanya 50% dalam 30 menit dan full charge butuh hampir 1,5 jam. Jauh tertinggal dibanding kompetitor yang sudah pakai 65W hingga 120W.
- Tidak Tersedia Resmi di Amerika Serikat Hanya dijual di Jepang, Eropa, dan beberapa negara Asia. Di Indonesia harus beli melalui gray market, sehingga garansi dan after-salesnya akan menjadi risiko.
- Software yang Konservatif Android 16 dengan update 5 tahun memang aman, tapi inovasi antarmuka dan fitur AI Sony masih kalah dibanding Samsung One UI atau Google Pixel UI.
Perbandingan dengan Xperia 1 VII dan Kompetitor
Upgrade Terbesar dari Xperia 1 VII
Xperia 1 VIII bukan sekadar refresh kecil. Ini adalah lompatan paling signifikan dari Sony dalam 3–4 tahun terakhir:
- Desain: Dari vertical camera strip menjadi square camera island yang lebih modern.
- Kamera Telephoto: Sensor naik drastis menjadi 48MP 1/1.56 inci (4x lebih besar dari generasi sebelumnya) → zoom dan low-light jauh lebih baik.
- Performa: Snapdragon 8 Elite Gen 5 (peningkatan besar dari Snapdragon 8 Gen 3/Elite di VII).
- RAM & Storage: Varian hingga 16GB + 1TB.
- Software: Mulai dari Android 16 dengan janji update lebih panjang.
Secara keseluruhan, Xperia 1 VIII terasa lebih matang dan kompetitif dibandingkan pendahulunya, terutama di departemen kamera dan desain.
Perbandingan dengan Kompetitor Flagship 2026
| Aspek | Xperia 1 VIII | Galaxy S26 Ultra | Pixel 11 Pro (Expected) | iPhone 18 Pro (Expected) |
|---|---|---|---|---|
| Desain | Square island, bezel tebal, jack 3.5mm | Premium, S Pen, curved | Clean, modern | Titanium, Dynamic Island |
| Layar | 6.5″ FHD+ 120Hz, 21:9 | 6.8″ QHD+ 120Hz | 6.3″ QHD+ 120Hz | 6.3″ Super Retina 120Hz |
| Kamera | Triple 48MP, kontrol manual pro | 200MP utama + zoom 10x | AI Photography terbaik | Video king + konsistensi |
| Performa | Snapdragon 8 Elite Gen 5 | Snapdragon 8 Elite Gen 5 | Tensor G5 | A20 Pro (paling efisien) |
| Baterai | 5000mAh, charging 30W | 5000mAh+, 65W+ | 4700mAh, charging cepat | ~4600mAh, optimal |
| Fitur Unik | microSD, jack 3.5mm, Audio Pro | S Pen, DeX | AI paling canggih | Ekosistem Apple |
| Harga (estimasi ID) | Rp 30–41 juta | Rp 28–40 juta | Rp 22–32 juta | Rp 28–45 juta |
Analisis Singkat vs Kompetitor
- Vs Samsung Galaxy S26 Ultra: Samsung menang di hampir semua aspek “wow factor” (layar tajam, charging cepat, S Pen, zoom 10x). Xperia lebih unggul jika kamu suka kontrol manual kamera dan butuh microSD + jack.
- Vs Google Pixel 11 Pro: Pixel unggul jauh di fotografi otomatis dan AI. Xperia lebih baik untuk videografer dan orang yang suka editing manual (RAW + Photography Pro).
- Vs iPhone 18 Pro: iPhone menang di video, ekosistem, dan kestabilan software jangka panjang. Xperia menawarkan fleksibilitas yang lebih tinggi di audio dan storage.
Siapa yang Paling Cocok Beli Xperia 1 VIII?
Xperia 1 VIII paling cocok untuk kamu yang:
- Fotografer atau videografer semi-pro yang sudah terbiasa dengan ekosistem Sony Alpha.
- Audiophile yang membutuhkan jack 3.5mm dan kualitas audio tinggi.
- Butuh storage besar dan suka expand dengan microSD.
- Bosan dengan desain ponsel mainstream dan ingin sesuatu yang berbeda.
- Tidak terlalu peduli dengan charging super cepat dan resolusi layar super tinggi.
Jika kamu mencari ponsel serba bisa dengan value terbaik, Samsung atau Pixel biasanya lebih masuk akal. Xperia 1 VIII adalah pilihan niche — bukan untuk semua orang, tapi sangat tepat untuk segmen tertentu.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Sony Xperia 1 VIII adalah ponsel yang jujur pada dirinya sendiri. Setelah bertahun-tahun terlihat stagnan, Sony akhirnya melakukan perubahan desain signifikan, meningkatkan kamera secara berarti, dan tetap mempertahankan fitur-fitur unik yang membuat seri Xperia 1 berbeda dari kompetitor.
Untuk Siapa Xperia 1 VIII Ini?
Ponsel ini paling cocok untuk:
- Fotografer dan videografer yang menyukai kontrol manual mendalam serta warna akurat khas Sony.
- Audiophile yang masih membutuhkan jack 3.5mm dan kualitas audio kelas atas.
- Penggemar Sony yang sudah terbiasa dengan ekosistem Alpha dan Walkman.
- Orang yang bosan dengan desain ponsel flagship yang seragam dan menginginkan sesuatu yang berbeda, solid, dan “anti-mainstream”.
Jika kamu tipe pengguna yang hanya butuh ponsel bagus secara umum untuk daily use, gaming, dan foto cepat, maka Xperia 1 VIII kemungkinan besar bukan pilihan terbaik untukmu.
Apakah Ini Comeback Sony?
Ini bukan comeback besar yang mengubah posisi Sony di pasar global. Market share Sony tetap kecil. Namun, Xperia 1 VIII adalah langkah maju yang solid. Sony berhasil membuat ponselnya lebih modern tanpa mengorbankan DNA brand-nya. Ini adalah Xperia 1 terbaik dalam beberapa tahun terakhir, tapi masih tetap menjadi produk niche.
Cara Mendapatkan Xperia 1 VIII di Indonesia
Karena Sony tidak menjual secara resmi di Indonesia, ponsel ini hanya tersedia melalui jalur gray market / import paralel. Kamu bisa mendapatkannya di:
- Marketplace besar (Tokopedia, Shopee) dari seller resmi importir
- Toko spesialis HP flagship seperti di Jakarta (Gadget Baru, Urban Republic, dll)
Tips Penting Saat Membeli:
- Pilih seller yang memberikan garansi distributor 1 tahun (bukan garansi toko saja).
- Pastikan unit merupakan global version atau Japanese version (hindari unit refurbished kalau memungkinkan).
- Harga saat ini berkisar Rp 30 – 42 juta tergantung varian dan stok.
- Cek kelengkapan (charger, buku manual, dll) dan pastikan tidak ada tanda-tanda unit bekas.
Rekomendasi Saya
- Beli sekarang jika kamu sudah lama menunggu Xperia dengan desain baru dan benar-benar membutuhkan kamera pro + fitur unik (jack + microSD).
- Lebih disarankan menunggu hingga Juli–Agustus 2026 untuk mendapatkan harga yang lebih masuk akal setelah stok melimpah dan review lengkap beredar.
Kesimpulan Akhir Xperia 1 VIII bukan ponsel untuk semua orang, tapi bagi orang yang tepat, ia bisa menjadi salah satu smartphone paling memuaskan di tahun 2026. Sony tidak mencoba menang di semua aspek, tapi di aspek yang mereka kuasai, mereka masih sangat kompeten.
Kalau kamu termasuk target audiensnya, Xperia 1 VIII layak dipertimbangkan serius.







