Ingredients
Instruction
Langkah 1: Membuat Selai Nanas (Lakukan H-1)
- Masukkan parutan nanas (berserta airnya) dan kayu manis ke dalam wajan antilengket. Masak dengan api sedang tanpa gula terlebih dahulu.
- Aduk sesekali hingga air nanas menyusut drastis. Sabar, jangan pakai api besar agar buah tidak gosong.
- Setelah airnya habis dan kesat, kecilkan api kompor. Masukkan gula pasir.
- Aduk terus menerus. Nanas akan sedikit berair kembali. Masak sampai warnanya berubah menjadi cokelat keemasan pekat, lengket, berat, dan benar-benar kering. Angkat dan dinginkan di kulkas. (Selai yang dingin akan sangat mudah dipulung membulat).
Langkah 2: Membuat Adonan Kulit
- Siapkan mangkuk bersih. Masukkan mentega (butter) suhu ruang dan gula halus. Kocok dengan mixer kecepatan rendah sebentar saja (1-2 menit maksimal), sekadar agar mentega lembut dan tercampur rata. Matikan mixer.
- Masukkan kuning telur, kocok perlahan sekitar 30 detik hingga rata.
- Masukkan campuran tepung terigu dan maizena (dan susu bubuk jika pakai) secara bertahap dalam 3 sesi. Gunakan spatula kayu untuk mengaduk ringan dengan gerakan melipat (aduk balik). Uleni sebentar menggunakan ujung jari asal kalis dan bisa dibentuk (jangan diremas-remas terlalu lama).
Langkah 3: Membentuk Nastar Jambu
- Panaskan oven pada suhu 150°C. Siapkan loyang, lapisi dengan kertas roti (baking paper).
- Ambil sedikit adonan (sekitar 1 sdt atau ditimbang 8 gram per butir). Bulatkan, lalu pipihkan di telapak tangan.
- Letakkan bola-bola kecil selai nanas yang sudah dingin di tengah pipihan adonan.
- Tutup adonan rapat-rapat. Pastikan tidak ada pori-pori atau selai yang mengintip keluar.
- Untuk membuat bentuk "jambu", cubit lembut sedikit bagian atas bulatan dengan ibu jari dan telunjuk hingga bentuknya mengerucut ke atas menyerupai lonceng kecil.
- Tancapkan 1 buah cengkih (posisi gagang bunga ke bawah) tepat di ujung atas nastar. Susun di loyang dengan jarak 1-2 cm antar nastar.
Langkah 4: Pemanggangan Tahap 1
- Panggang nastar (yang belum diolesi telur) ke dalam oven suhu 150°C selama 25 - 30 menit. Adonan akan terlihat matang dan set (kaku).
- Keluarkan loyang dari oven. Biarkan nastar benar-benar dingin sempurna di suhu ruang (sekitar 20 menit).
Langkah 5: Mengoles dan Pemanggangan Tahap 2
- Setelah kue benar-benar dingin, poles seluruh permukaan nastar dengan olesan kuning telur menggunakan kuas lembut. Biarkan polesan pertama agak mengering (sekitar 3 menit), lalu poles sekali lagi untuk hasil kinclong yang merata.
- Jika suka, taburkan sedikit keju parut di sekitar pangkal cengkihnya sesaat sebelum olesan mengering.
- Masukkan kembali nastar ke dalam oven. Panggang lagi selama 10-15 menit (suhu 150°C) hingga olesannya mengkilap cantik, kering, dan berubah warna kuning keemasan.
- Keluarkan dari oven. Jangan langsung dipindah karena nastar masih rapuh! Diamkan di loyang sampai set (mengeras dan dingin), barulah susun di dalam stoples kedap udara.
Notes
- Penyimpanan Tahan Lama: Nastar lumer yang selainya benar-benar kering dan proses memanggangnya tepat bisa bertahan 3 hingga 4 minggu di dalam stoples kedap udara pada suhu ruang. Jauhkan dari sinar matahari langsung atau area lembap.
- Berapa ukuran/berat standar per biji nastar? Agar ukurannya seragam, untuk bentuk bulat biasa, timbang adonan kulit seberat 8 gram dan selai nanasnya 4 gram.
- Opsi Bentuk Lain: Jika membentuk jambu dirasa sulit, Anda bisa membulatkannya saja seperti bola kelereng besar, letakkan di loyang, dan parutkan keju lebat di atasnya sebelum pemanggangan tahap 2 (dikenal dengan Nastar Keju klasik).
