Ingredients
Instruction
Bagian 1: Memasak Nasi Aron (Kulit Lontong)
- Siapkan panci/wajan tebal. Masukkan 725 ml santan sedang, serai geprek, daun salam, dan garam. Rebus dengan api sedang sambil terus diaduk perlahan agar santan tidak pecah.
- Setelah santan mendidih, masukkan beras yang sudah dicuci bersih. Aduk terus menerus.
- Masak dengan api sedang-kecil hingga beras menyerap seluruh cairan santan dan teksturnya menjadi setengah matang, lengket, dan agak lembek (disebut nasi aron).
- Matikan api, buang daun salam dan serainya. Biarkan nasi aron sedikit mendingin hingga hangat-hangat kuku agar mudah dibentuk.
Bagian 2: Memasak Isian Daging Berempah
- Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai keriting, cabai merah, kemiri sangrai, kunyit, dan terasi menggunakan ulekan atau blender.
- Panaskan 2 sdm minyak goreng di wajan. Tumis bumbu halus, daun salam, dan irisan tipis cabai merah besar hingga sangat harum, matang, dan tidak langu (sekitar 5-7 menit).
- Masukkan daging sapi cincang. Aduk-aduk terus hingga daging berubah warna dan tidak menggumpal.
- Masukkan kentang goreng dadu, wortel rebus, dan irisan buncis. Aduk hingga rata terbalut bumbu. Tambahkan garam, lada, dan gula pasir.
- Tuangkan 250 ml santan encer. Kecilkan api dan masak (simmer) terus sambil diaduk hingga santan habis menyusut dan isian benar-benar kesat/kering. Angkat dan biarkan dingin.
Bagian 3: Membungkus dan Merebus Lontong
- Ambil selembar daun pisang yang sudah dilemaskan. Ambil sekitar 2-3 sendok makan penuh nasi aron, ratakan di atas daun pisang (Anda bisa memakai sarung tangan plastik yang dioles sedikit minyak agar nasi tidak lengket di tangan).
- Beri 1-2 sendok teh penuh isian daging di bagian tengah nasi.
- Lipat nasi aron perlahan untuk menutupi seluruh isian. Pastikan isian daging tertutup rapat oleh nasi. Bentuk memanjang (silinder).
- Gulung daun pisang dengan rapat membungkus nasi. Lipat kedua ujung daun ke arah bawah (atau bisa disematkan lidi seperti lemper/arem-arem). Jika ingin bentuk lontong bulat sempurna, ikat kedua ujung daun dan bagian tengahnya menggunakan tali kasur secara erat. Ulangi hingga semua adonan habis.
- Didihkan air yang cukup banyak di panci besar (pastikan airnya cukup untuk merendam seluruh lontong).
- Setelah mendidih bergolak, masukkan bungkusan lontong. Tutup rapat panci. Rebus dengan api sedang selama 3 jam (Jangan potong durasi ini!). Cek sesekali, jika air rebusan menyusut tajam, tambahkan kembali dengan air mendidih baru agar lontong selalu terendam.
- Setelah 3 jam, angkat lontong hati-hati. Tiriskankan dalam posisi berdiri atau miring agar sisa air rebusan keluar. Biarkan lontong dingin sempurna di suhu ruang (lontong akan semakin padat saat dingin). Lontong siap disajikan!
Notes
- Tips Presto Cepat: Jika Anda tidak punya waktu 3 jam untuk merebus dengan panci biasa, Anda bisa menggunakan Panci Presto (Pressure Cooker). Rebus dalam panci presto selama 60 menit dengan tekanan tinggi (api sedang), lalu biarkan uapnya keluar perlahan secara alami.
- Penyimpanan: Lontong ini sangat awet karena daun pisangnya direbus lama (disterilisasi alami). Lontong bisa tahan 1-2 hari di suhu ruang. Jika disimpan di kulkas, teksturnya akan mengeras; kukus kembali selama 15 menit sebelum disajikan agar kembali empuk.
