Siapkan Ayam: Cuci bersih potongan ayam kampung, tiriskan hingga benar-benar kering agar tidak ada sisa air yang mengubah rasa kuah nanti.
Tumis Bumbu Halus: Panaskan 2 sdm minyak goreng di dalam wajan atau panci tebal dengan api sedang. Masukkan bumbu halus. Tumis perlahan hingga bumbu benar-benar harum, matang (berubah warna menjadi lebih pekat), dan minyak mulai terpisah dari bumbu (sekitar 5-7 menit).
Masukkan Rempah Daun: Masukkan daun kunyit, daun jeruk, daun salam, serai, dan lengkuas yang sudah dimemarkan. Aduk rata dan tumis lagi sekitar 1 menit hingga aroma minyak atsiri dari dedaunan keluar maksimal.
Masak Ayam Bersama Bumbu: Masukkan potongan ayam kampung. Aduk terus menerus hingga seluruh permukaan ayam terbalut bumbu dan daging ayam mulai berubah warna menjadi pucat dan kaku (sekitar 3-5 menit).
Masukkan Santan Kental: Tuangkan santan kental secara perlahan. Masukkan juga asam kandis. Perhatian: Mulai dari tahap ini, gunakan api sedang-kecil.
Teknik Mengaduk Anti-Pecah: Aduk kuah santan secara konsisten, mencedok dari dasar wajan agar santan tidak pecah atau menggumpal. Terus aduk perlahan hingga santan mendidih sempurna.
Proses Slow Cooking (Kalio): Setelah santan mendidih dan stabil, kecilkan api. Masukkan garam. Biarkan gulai dimasak tanpa ditutup (simmer) selama 30-40 menit. Aduk sesekali.
Penyelesaian: Masak terus hingga ayam kampung menjadi empuk, kuah menyusut dan mengental, serta mengeluarkan minyak alami yang berwarna kemerahan di permukaannya. Cicipi dan koreksi rasa asinnya (ingat, jangan tambah gula!).
Sajikan: Matikan api. Angkat dan sajikan Gulai Ayam Padang selagi hangat bersama nasi putih dan sambal lado mudo (sambal hijau) jika suka.