- OPPO Reno 16 Pro 5G hadir sebagai penerus seri Reno yang menekankan fotografi dan desain premium, dengan harga awal di China sekitar 4.499-4.899 Yuan dan di pasar global mulai dari €1.099.
- OPPO Bubble adalah aksesori yang diperkenalkan bersamaan dengan Reno 16 Pro 5G, berbentuk puck bundar tipis dengan layar AMOLED 1,73 inci bundar, baterai mandiri 550mAh, dan attachment magnetis, yang memungkinkan live preview kamera belakang secara real-time dan remote control foto/video.
- OPPO Bubble memiliki keterbatasan eksosistem dan menghadirkan kompromi daripada kemudahan, seperti menambah perangkat yang harus dibawa, diisi ulang, dan disesuaikan dengan cara penggunaan tertentu, sehingga membuatnya kurang relevan dalam penggunaan sehari-hari.
Hampir semua produsen smartphone berlomba membuat fitur baru agar produknya terlihat berbeda. Ada yang benar-benar berguna, ada juga yang terasa seperti solusi untuk masalah yang sebenarnya tidak pernah dikeluhkan pengguna.
Menurut saya, OPPO Bubble masuk ke kategori kedua.
Aksesori ini diperkenalkan bersamaan dengan OPPO Reno 16 Pro 5G sebagai cara baru memanfaatkan kamera belakang untuk selfie dan vlogging. Di atas kertas idenya terdengar menarik: layar kecil ditempel di belakang ponsel agar pengguna bisa melihat preview ketika memakai kamera utama.
Setelah melihat bagaimana konsep ini bekerja, saya justru merasa Bubble lebih banyak menghadirkan kompromi daripada kemudahan. Bukannya membuat pengalaman merekam semakin praktis, aksesori ini malah menambah perangkat yang harus dibawa, diisi ulang, dan disesuaikan dengan cara penggunaan tertentu.
Lalu, apakah Bubble benar-benar sebuah inovasi, atau hanya eksperimen yang menarik untuk dipamerkan tetapi kurang relevan dalam penggunaan sehari-hari? Mari kita bedah secara mendalam, mulai dari Reno 16 Pro sebagai fondasi, lalu bagaimana Bubble mencoba “menyempurnakan”nya. Setelahnya Anda bisa menilai sendiri.
Sekilas OPPO Reno 16 Pro 5G: Flagship Mid-Range Untuk Fotografer Mobile
OPPO Reno 16 Pro 5G hadir sebagai penerus seri Reno yang selalu menekankan fotografi dan desain premium. Ponsel ini diumumkan sekitar 25-29 Mei 2026 di China, dengan peluncuran global menyusul di awal Juli 2026. Harga awal di China untuk varian 12GB/512GB berada di kisaran 4.499-4.899 Yuan (sekitar Rp9-10 jutaan), sementara di pasar global mulai dari €1.099 (sekitar Rp18 jutaan) tergantung region dan promo.
Spesifikasi Lengkap Utama:
- Desain & Build: Dimensi ramping sekitar 7.7mm tebal, bobot 205-208 gram. Tersedia dengan desain belakang 3D hologram yang eye-catching. Rating ketahanan IP69 (sangat tahan air dan debu).
- Layar: Panel AMOLED 6.78 inci (beberapa sumber global menyebut varian 6.32 inci dengan resolusi FHD+ 2640×1216), refresh rate hingga 120Hz (bahkan 144Hz di mode tertentu), kecerahan puncak 3600 nits, dukungan HDR, dan proteksi Crystal Guard+.
- Chipset & Performa: Ditenagai MediaTek Dimensity 9500s (versi China) atau Dimensity 8550 Super (global). Chipset 4nm ini menawarkan performa flagship-level untuk multitasking, gaming, dan fitur AI. Dipadukan dengan RAM hingga 16GB LPDDR5X dan storage UFS 3.1 hingga 512GB. Dalam penggunaan sehari-hari, Reno 16 Pro terasa gesit, stabil, dan mampu menangani game berat dengan baik tanpa overheating berlebih.
- Baterai: Kapasitas raksasa 6700mAh dengan fast charging 80W. Ini salah satu kekuatan terbesar—tahan seharian intensif dan bisa diisi penuh dalam waktu singkat.
- Software: Android 16 dengan ColorOS 16, yang kaya fitur AI dan optimasi kamera.
Kekuatan Kamera: Andalan Utama Reno 16 Pro
Ini adalah bagian di mana Reno 16 Pro benar-benar bersinar. Sistem kamera belakang triple:
- 200MP main sensor (f/1.8, OIS 2-axis/gimbal-like stabilization) — menghasilkan detail luar biasa, dynamic range bagus, dan low-light yang kompetitif.
- 50MP ultra-wide (FOV lebar).
- 50MP telephoto (3.5x optical zoom, OIS).

Kamera depan 50MP (f/2.0, FOV 100°) dengan autofocus. Secara teori, kamera belakang jauh superior dalam hal resolusi, stabilisasi, dan kualitas keseluruhan dibandingkan kamera depan. Warna khas OPPO yang vivid, portrait mode yang natural, dan kemampuan video 4K yang solid menjadikannya pilihan menarik bagi content creator.
Namun, di sinilah letak keanehannya. Meski kamera belakangnya juara, pengalaman selfie/vlogging tetap terbatas karena posisi kamera depan yang “kurang” jika dibandingkan belakang. Masuklah OPPO Bubble, yang diklaim sebagai solusi inovatif.
Tabel Spesifikasi OPPO Reno 16 Pro 5G
| Subjek | Spesifikasi |
|---|---|
| Dimensi & Berat | 151.21 × 72.42 × 8.20–8.36 mm 188–191 gram |
| Layar | 6.32 inci Crystal Guard+ AMOLED FHD+ (2640 × 1216), 460 PPI Refresh rate hingga 144Hz Kecerahan hingga 1800 nits (HBM) |
| Chipset | MediaTek Dimensity 8550 Super (8-core) |
| Memori | 12 GB LPDDR5X RAM 256 GB / 512 GB UFS 3.1 |
| Kamera Belakang | • 200 MP Wide (f/1.8, 2-axis OIS) • 50 MP Ultrawide (f/2.0, FOV 116°) • 50 MP Telephoto (f/2.8, 3.5x optical zoom, OIS) |
| Kamera Depan | 50 MP (f/2.0, FOV 100°, AF) |
| Baterai | 6700 mAh (Typical) Fast Charging 80W SuperVOOC |
| Sistem Operasi | Android 16 dengan ColorOS 16.0 |
| Ketahanan | IP66 / IP68 / IP69 |
| Konektivitas | 5G, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, NFC, USB Type-C |
| Biometrik | Fingerprint di bawah layar + Face Unlock |
Mengenal OPPO Bubble: Layar Mini untuk Memanfaatkan Kamera Belakang
OPPO Bubble (juga disebut Mag E-Badge) dirilis bersamaan dengan seri Reno 16 pada akhir Mei 2026 di China. Harganya 499 Yuan (sekitar Rp1,1 – 1,2 jutaan atau $73). Aksesoris ini berbentuk puck bundar tipis (7mm, 27.5 gram) dengan layar AMOLED 1.73 inci bundar, baterai mandiri 550mAh (charging via USB-C), dan attachment magnetis.

Kemampuan & Fungsi Utama:
- Live preview kamera belakang secara real-time.
- Remote control foto/video hingga 10 meter (wireless).
- Custom vibe: tampilkan wallpaper, animasi GIF, foto, atau video pendek sebagai fashion item/e-badge.
- Bisa ditempel di belakang HP, case, atau bahkan digantung di tas/baju.
Ide dasarnya genius di atas kertas: manfaatkan kekuatan kamera belakang Reno 16 Pro (200MP + stabilisasi) untuk selfie berkualitas tinggi, sambil melihat preview di Bubble. Plus remote shooting untuk foto grup atau setup tripod.
Tabel Spesifikasi OPPO Bubble
| Subjek | Spesifikasi OPPO Bubble |
|---|---|
| Model | VBG01 |
| Layar | 1.73 inci AMOLED, Resolusi 466 × 466, 266 PPI, Kecerahan hingga 600 nits (maksimal) |
| Chip | BES 2800 |
| Storage | 4 GB |
| Konektivitas | Bluetooth 5.2, Wi-Fi 2.4 GHz |
| Baterai | 550 mAh (Typical) / 560 mAh (Rated), Lithium-ion |
| Pengisian Daya | USB Type-C, 5V ⎓ 0.6A |
| Dimensi | 58 × 58 × 7 mm |
| Berat | ± 27.5 gram |
| Ketahanan | IP54 (tahan debu & percikan air) |
| Fungsi Utama | Live preview kamera belakang, Remote control (hingga 10 meter), E-Badge custom (wallpaper, animasi, GIF) |
Apa yang Masih Kurang dari OPPO Bubble?
Meski Reno 16 Pro punya kamera belakang yang powerful, menempelkan Bubble justru mengekspos kelemahan filosofi desain OPPO di sini. Alih-alih mengoptimalkan kamera depan (misalnya dengan sensor lebih besar, autofocus lebih cepat, atau algoritma AI setara belakang), OPPO memilih jalan pintas eksternal yang mahal dan yaah cukup bikin ribet.
1. Ukuran Layar yang Terlalu Kecil: “Peephole” Problem
Layar 1.73 inci bundar (diameter sekitar 4 cm) memang cukup untuk framing sederhana, tetapi terasa sempit ketika digunakan memantau ekspresi wajah atau komposisi saat merekam vlog. Analoginya, seperti Anda ingin melihat visualisasi dalam 1,5 kali tutup minuman botol ukuran 600ml, cukup kecil. Saat vlogging sambil berjalan atau memegang HP dengan satu tangan, mata Anda akan cepat lelah mencoba menangkap ekspresi wajah, komposisi, atau fokus. Dalam praktiknya, pengalaman framing terasa kurang nyaman dibanding langsung menggunakan layar utama smartphone. Banyak reviewer global menyebutnya kurang praktis untuk penggunaan kasual.
2. Beban Tambahan yang Mengganggu
Anda harus mengisi daya Bubble secara terpisah. Tidak ada wireless charging/reverse charging dari Reno 16 Pro meski sudah magnetis. Baterai 550mAh mungkin cukup untuk sehari, tapi ini berarti Anda bawa kabel ekstra, colokan ekstra, dan risiko lupa charge. Magnetnya juga dikritik (oleh The Verge dkk) kurang kuat—risiko copot saat gerakan aktif atau vlogging dinamis. Tambah lagi bobot dan bulk kecil yang mengganggu grip Reno 16 Pro yang sudah nyaman.
3. Harga dan Value Proposition yang Dipertanyakan
Dari sisi harga, OPPO Bubble diposisikan sebagai aksesori premium. Di Indonesia dibanderol Rp1.399.000 (saat pre-order menjelang peluncuran Reno 16 series pada 3 Juli 2026). Di China dijual seharga CNY 499 (sekitar Rp1,1 jutaan), sementara di Eropa sekitar €79 atau Rp1,4 jutaan.
Sayangnya, nilai jual Bubble semakin terbatas karena tidak bersifat universal. Fitur live viewfinder dan remote control kameranya hanya kompatibel penuh dengan perangkat OPPO tertentu, yaitu:
Lini Reno
- Reno 16 Series (Reno 16, Reno 16 Pro 5G, Reno 16 F)
- Reno 15 Series
- Reno 14 Series
Lini Find
- Find X9 Series (Find X9, X9 Pro, X9 Ultra)
- Find X8 Series
- Find N5 (foldable)
Di luar daftar tersebut — termasuk ponsel OPPO kelas bawah maupun merek lain seperti Samsung, Xiaomi, atau iPhone — Bubble hanya bisa menempel secara magnetis. Fitur kamera dan preview-nya tidak aktif, sehingga layarnya hanya menjadi pajangan mati atau “koin magnetis” biasa.
Lebih parah lagi, live viewfinder utamanya terkunci hanya di aplikasi kamera bawaan ColorOS. Bagi content creator yang sering live streaming di Instagram, TikTok, atau merekam langsung melalui aplikasi pihak ketiga, fitur ini sama sekali tidak berfungsi. Hal ini sangat membatasi nilai jualnya secara drastis.
Dipikir-pikir dengan harga segitu sudah dapat HP lagi meskipun kelas murah atau malah TWS yang berkualitas.
4. Solusi untuk Masalah yang Sebenarnya Tak Urgent
Banyak pengguna sudah puas dengan kamera depan modern. iPhone, Samsung, dan kompetitor lain sudah membuktikan bahwa kamera depan bisa sangat kompeten tanpa perlu aksesoris eksternal. Bubble terasa seperti inovasi demi inovasi—keren untuk demo, tapi kurang logis untuk penggunaan sehari-hari.
Dalam skenario ideal (HP di tripod, remote 10m, foto grup ultra-wide), Bubble memang berguna. Atau sebagai e-badge fashion yang lucu. Tapi untuk vlogging genggam kasual? Lebih merepotkan daripada membantu.
Alternatif yang Lebih Masuk Akal
Jika tujuan Anda adalah selfie dan vlogging berkualitas tinggi tanpa drama:
- iPhone 15/16 series — Kamera depan yang sudah sangat matang, stabilisasi cinematic, integrasi sempurna dengan app sosial, tanpa aksesoris tambahan.
- Samsung Galaxy seri S atau Z — Flex mode di foldable, atau kamera depan under-display yang terus berkembang.
- Insta360 Snap atau aksesoris serupa — Mirip konsep tapi lebih fleksibel di beberapa aspek.
- Cermin Magnetik MagSafe (Paling Murah & Praktis) Cermin fisik mini yang menempel di belakang HP. Tidak butuh baterai, tidak perlu dicas, universal untuk hampir semua ponsel, dan harganya hanya Rp35.000 – Rp70.000. Framing selfie sudah cukup jelas tanpa drama.
- Smartwatch sebagai Remote Viewfinder Jika sudah punya Apple Watch atau Galaxy Watch, Anda bisa pakai fitur Camera Remote bawaan tanpa beli aksesoris baru.
- Atau tetap pakai Reno 16 Pro sendirian dengan gimbal eksternal murah dan tripod—lebih murah dan praktis daripada Bubble.
Lantas, Apakah OPPO Bubble Benar-Benar Tidak Ada Gunanya?
Setelah membahas berbagai kekurangan dan kritik terhadap OPPO Bubble, rasanya kurang adil jika kita tidak melihat sisi positifnya. Meski bukan produk sempurna, aksesoris ini masih punya tempat di hati segmen pengguna tertentu. Berikut adalah orang-orang yang kemungkinan besar akan merasa senang memiliki Bubble:
- Content creator dan vlogger yang sering pakai tripod Ini adalah skenario paling ideal. Bubble berfungsi sebagai viewfinder wireless hingga 10 meter, sehingga Anda bisa mengatur framing dan memantau ekspresi tanpa harus bolak-balik ke ponsel.
- Pengguna yang gila kualitas foto selfie Bagi mereka yang tidak puas dengan kamera depan dan selalu ingin hasil maksimal, Bubble memungkinkan memanfaatkan kamera belakang 200MP + OIS untuk selfie atau foto berdua yang jauh lebih tajam, detail, dan natural.
- Pecinta aksesoris unik dan fashion-tech Bubble bisa berubah menjadi e-badge keren. Digantung di tas, jaket, atau dipasang di belakang ponsel sambil menampilkan animasi, GIF, atau wallpaper interaktif — sangat cocok untuk orang yang suka barang-barang beda dari yang lain.
- Kolektor dan fans berat OPPO Bagi Anda yang loyal dengan ekosistem Reno atau Find X, Bubble adalah aksesori “fun” yang melengkapi koleksi gadget eksperimental OPPO.
- Pemburu foto grup yang sering selfie bareng teman/keluarga Dengan bantuan ultrawide kamera belakang + preview akurat di Bubble, foto grup jadi lebih mudah dan hasilnya jauh lebih bagus tanpa distorsi berlebih.
Jadi, jika Anda termasuk dalam salah satu tipe di atas dan siap menerima beberapa kompromi (seperti charging terpisah dan keterbatasan ekosistem), maka OPPO Bubble bisa menjadi tambahan yang menyenangkan dan berguna. Namun, bagi pengguna umum yang mencari kemudahan sehari-hari, Bubble masih terasa berlebihan.
Jadi, Apakah OPPO Bubble Layak Dibeli?
Secara keseluruhan, OPPO Reno 16 Pro 5G adalah smartphone yang sangat menarik. Performanya kencang, baterainya besar, desainnya premium, dan sektor kameranya menjadi salah satu yang paling menonjol di kelasnya.
Sementara itu, OPPO Bubble menunjukkan bahwa OPPO masih berani bereksperimen mencari bentuk interaksi baru dengan smartphone.
Tapi sebuah inovasi seharusnya tidak hanya terlihat unik, namun juga membuat pengalaman pengguna menjadi lebih sederhana, lebih ringkas namun terasa manfaatnya.
Dalam kondisi saat ini, saya justru merasa Bubble lebih cocok disebut sebagai aksesori pelengkap daripada perangkat yang benar-benar wajib dimiliki. Untuk sebagian kreator konten, manfaatnya mungkin terasa nyata. Tetapi bagi kebanyakan pengguna, peningkatan pengalaman yang ditawarkan rasanya belum cukup besar apalagi jika melihat harga dan akibat atau kompromi yang harus diterima.
Mungkin beberapa tahun lagi konsep seperti ini akan berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih matang. Namun untuk saat ini, saya lebih berharap OPPO menginvestasikan inovasi tersebut pada peningkatan kamera depan agar semakin mendekati kualitas kamera belakang, daripada meminta pengguna membawa satu perangkat tambahan.
Kalau menurut Anda bagaimana? Apakah OPPO Bubble merupakan inovasi yang layak diapresiasi, lanjut beli atau justru terasa seperti solusi yang belum benar-benar dibutuhkan? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar.







